Selasa, 23 April 2013

Sajak Kerikil Tajam

Hari ini saudara ingat, jangan lupa
Darah kita mengucur deras, saudara
pelipisku lobang dalam, saudara
Keningmu pun tak luput dari luka

     Darah anyir yang segar khas jalanan

     Darah segar nan anyir menyiratkan luka dalam
     Namun darah kita bersih, saudara
     Harap saudara ingat demi apa kita berdarah

Bukan demi tegaknya pancasila, saudara
Bukan pula demi Khilafah
Bukan demi tanah air Indonesia durjana
Tapi demi kebenaran dan keadilan

      Saudara harap ingat, jangan lupa

      kita sebagai tonggak-tonggak sejarah
      aku bersumpah, saudara, aku mati bahagia
      jangan sekali saudara sesali
      kerikil-kerikil tajam yang menghunjam tubuh kita




23-04-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar